Setelah saya membaca artikel tersebut, saya
sependapat dengan bapak bahwa benar adanya pemaksaan terhadap siswa untuk
menerima pemahaman-pemahaman matematika, dan tidak memberikan kesempatan kepada
siswa untuk memahami matematika dengan bahasanya sendiri. Padahal setiap daerah
mempunyai berbagai macam bahasa. Matematika erat kaitannya dengan bahasa. Sebuah
bukti bahwa bahasa alami tentang bagaimana orang benar-benar berbicara / menulis
dengan "matematika" atau
"berpikir" atau "logika", yang berhubungan dengan bahasa. Jadi dapat
disimpulkan bahwa untuk memahami matematika siswa harus diberi kesempatan untuk
memahaminya dengan bahasanya sendiri tanpa adanya doktrin atau paksaan dari
guru. Jadi, guru tidak memiliki hak untuk memaksakan kehendaknya, guru hanya bertindak untuk memfasilitasi siswa dengan berbagai metode dan membuat siswa menjadi
aktif dalam proses pengajaran
dan pembelajaran. Biarkan siswa memecahkan masalah mereka dan membangun diri, membangun
komunikasi mereka sendiri dengan matematika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar