Rabu, 20 Maret 2013

REFLEKSI >>> Mathematics and Language 6

http://powermathematics.blogspot.com/2013/03/mathematics-and-language-6.html?showComment=1363839607116#c3397688080618885757



Setelah saya membaca artikel tersebut, saya sependapat dengan bapak bahwa benar adanya pemaksaan terhadap siswa untuk menerima pemahaman-pemahaman matematika, dan tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami matematika dengan bahasanya sendiri. Padahal setiap daerah mempunyai berbagai macam bahasa. Matematika erat kaitannya dengan bahasa. Sebuah bukti bahwa bahasa alami tentang bagaimana orang benar-benar berbicara / menulis dengan "matematika" atau "berpikir" atau "logika", yang berhubungan dengan bahasa. Jadi dapat disimpulkan bahwa untuk memahami matematika siswa harus diberi kesempatan untuk memahaminya dengan bahasanya sendiri tanpa adanya doktrin atau paksaan dari guru. Jadi, guru tidak memiliki hak untuk memaksakan kehendaknya, guru hanya bertindak untuk memfasilitasi siswa dengan berbagai metode dan membuat siswa menjadi aktif dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Biarkan siswa memecahkan masalah mereka dan membangun diri, membangun komunikasi mereka sendiri dengan matematika.
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar